Rabu, 15 Juni 2011

15.Cara Mengenal Sifat Rawi

15.Cara Mengenal Sifat Rawi

Sebagaimana seperti yang kita sedia maklum, bahawa rawi-rawi yang hadisnya mempunyai nilai yang tinggi, wajib memenuhi syarat-syarat begini atau begitu atau dengan kata lain wajiblah setiap rawi yang sejumlahnya itu merupakan sanad yang mempunyai sifat begini atau begitu. Persoalannya, bagaimanakah kita ingin mengetahui atau mengenali sifat-sifat yang wajib ada pada diri seseorang rawi ?

Jawabnya, para alim ulama ahli hadis pada zaman perawi itu sama-sama mencatat beberapa orang yang pernah merawikan hadis. Jadi setiap rawi hadis sejak masa Nabi Muhammad s.a.w sampai dicatat atau dikumpulkan hadis-hadis itu oleh para mudawwin atau mukharrij, sudah pasti disebut-sebut keadaan peribadi setiap rawi, baik rawi itu samada termasuk golongan sahabat, tabi’i dan orang-orang sesudah tabi’in. Terdapat banyak kitab-kitab yang khusus menjelaskan persoalan ini, yakni mengenai sifat-sifat rawi sejak saat kelahirannya sampai akhir hayatnya. Maka boleh dikatakan peribadi atau biografi setiap rawi hadis dicatat oleh para penulis sejarah.

Namun demikian terdapat juga rawi yang tidak diketahui keadaan atau sifatnya, atau memang tiada catatannya dalam kitab-kitab beliau itu. Maka rawi yang sedemikian dianggap sebagai rawi majhul, yakni tidak dimaklumi atau dikenali. Rawi yang sedemikian ini tentu saja tidak boleh diterima hadis yang diriwayatkan olehnya.

Dalam kitab-kitab yang mencatat keadaan para rawi itu maka setiap seorang rawi wajiblah dikenali oleh dua orang ahli hadis pada zamannya yang benar-benar mengetahui hal-ehwal rawi yang berkaitan. Jadi sudah tentu sifat setiap rawi diterangkan oleh alim ulama ahli hadis di zamannya tadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar